Setelah Muncul Varian Delta, Ada Lagi Delta Plus, Bahaya Mana?

  • Bagikan
Kemenkes: Pasien ‘COVID-19 Varian Raja Afsel’ B1351 di Indonesia Sudah Meninggal

Jambi1 Covid-19 – Varian Delta Plus adalah mutasi dari strain Delta yang teridentifikasi pertama kali di Negara India. Kini varian Delta Plus tersebut telah masuk di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengungkapkan sudah ada 7 warga di provinsi ini terpapar virus Corona varian Delta Plus.

Data tersebut terungkap setelah adanya laporan penelitian dari Lembaga Eijkman terhadap sampel pasien dari RSUD Raden Mattaher Jambi.

Selain Menular Lebih Cepat, WHO Ungkap Kekhawatiran Lain soal Varian Delta

“Tujuh orang telah dinyatakan terkonfirmasi

varian Delta Plus ini dipastikan

dirawat di RSUD Raden Mattaher,”

kata Johansyah dikutip Regional Liputan6com di Jambi, Rabu (28/7/2021).

Varian Delta dikenal memiliki penularan yang lebih cepat. WHO menyebutkan varian ini sebagai variant of concern.

Varian Delta telah menyebabkan ledakan kasus di India. Juga telah menyebar di banyak negara dunia termasuk Indonesia. Saat ini, sekitar 80-90 persen, penyebab Covid-19 di Indonesia disebabkan virus varian Delta.

Pada pertengahan bulan Juni 2021 Public Health England telah mengeluarkan arahan berupa fokus pada penanganan varian Delta, termasuk mutasinya yakni varian Delta Plus.

Masih pada bulan Juni 2021, petugas kesehatan di India meminta negara bagian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap varian Delta Plus seperti mengutip CBS.

Lebih dari 40 kasus dari varian Delta Plus ditemukan di masing-masing negara bagian. Lalu, paling tidak ada satu orang yang tidak divaksin meninggal dunia karena terpapar varian ini.

Tampaknya Lebih Cepat Menular

Peneliti di India diungkapkan bahwa varian Delta Plus tampaknya lebih menular. Varian ini menyerang sel paru. Namun, pada saat yang sama para ilmuwan mengatakan bahwa butuh banyak data untuk mengenal strain baru.

Baca Juga :  Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia 'Pertama Kali' di Tanjabtim

“Tetap tenang,” kata ahli virus di Pusat Ilmu kesehatan Unversitas Negeri Louisina, Jeremy Kamil.

“Saya rasa India atau negara lain belum memiliki rilis atau data yang cukup tentang risiko Delta Plus apakah lebih menular dari varian Delta atau tidak,” katanya.(J1*/sumber: liputan6)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: