Resahkan Warga, Polisi Akhirnya Tutup Penangkaran Buaya di Sungai Gelam

  • Bagikan
Ilustrasi

Jambi1 Regional – Lokasi penangkaran buaya yang ada di Desa Talang Kerinci, Kecamatan Sungai Gelam, Muarojambi akhirnya dihentikan oleh pihak kepolisian dan menutupi kolam penangkaran dengan seng bekas dengan memasang garis polisi (police line).

Kapolsek Sungai Gelam, Iptu Candra mengungkapkan, police line dipasang agar masyarakat sekitar tidak memasuki area penangkaran buaya tersebut. 

Sebab, dikhawatirkan masih ada buaya yang tersisa atau sisa telur buaya yang masih di dalam. Pasalnya, tempat penangkaran buaya itu sudah lama tidak diurus walau buaya-buayanya sudah dipindahkan tim BKSDA Jambi.

“Kemungkinan besar seluruh buaya dalam penangkaran semuanya sudah ditangkap

dan dipindahkan sementara ke lokasi yang aman.

Namun, sekarang air kolam dalam kondisi keruh.

Kita belum berani memastikan buaya disini sudah dievakuasi semuanya,” tuturnya.

Polisi menyegel penangkaran buaya di sungai kelam muaro jambi

Diketahui, ada sekitar 18 buaya hidup dipindahkan dan dua ekor ditemukan mati dalam penangkaran tersebut.

“Sedangkan yang kami pindahkan tiga buaya yang berada di luar penangkaran

atau lepas dari penangkaran sehingga membuat panik warga sekitar,” tambah dia.

Dari evakuasi yang dilakukan tim BKSDA ada 15 buaya yang diangkat dari kolam dan ada dua buaya yang ditemukan mati.

Sementara itu, pemilik penangkaran buaya telah dipanggil polisi, namun tidak hadir. 

Sementara itu, status perizinan penangkaran buaya di Sungai Gelam sudah tidak berlaku.

Petugas akan berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan memasang tanda peringatan:  ” Awas buaya, dilarang berenang atau memancing di area penangkaran. “

Tanda itu sengaja dipasang karena belum bisa dipastikan apakah masih ada buaya atau sudah habis ditangkap dan dipindahkan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: